Menstruasi, Kapan Harus ke Dokter?

Masyarakat umum terutama para wanita tidaklah asing lagi dengan kata ‘menstruasi’, sang tamu bulanan yang saat dan sebelum datang seringkali dapat menimbulkan beban tersendiri (Baca Premenstrual Syndrome lebih lengkap disini).

Meskipun hal ini sudah menjadi hal yang rutin terjadi pada para wanita, namun setiap wanita harus mengerti dan waspada apabila terjadi suatu perubahan dari pola menstruasi tersebut. Tidak semua perubahan pola menstruasi merupakan tanda bahaya, namun perubahan pola tersebut bisa merupakan tanda-tanda awal dari suatu penyakit yang akan dibahas lebih lanjut di artikel ini.

Siklus menstruasi yang normal

Wanita pada umumnya memiliki waktu haid selama 4-7 hari (dari awal keluarnya darah hingga bersih total). Walaupun kelihatannya proses perdarahan hanya terjadi dalam 4-7 hari, namun sebenarnya siklus menstruasi dihitung dari hari pertama keluarnya darah hingga pertama perdarahan selanjutnya.

Pada mayoritas wanita, siklus menstruasi terjadi selama 28 hari (Hal ini mengapa umumnya tanggal bulanan haid tidak berbeda jauh tiap bulannya, contoh: 17 Maret merupakan hari pertama haid kemudian haid berikutnya tanggal 15 April).

Apabila terjadi lebih cepat atau lebih lama dari 7 hari (antara 21 hari-35 hari). Hal tersebut masih dikatakan normal.

Kapan menstruasi dikatakan tidak normal?

1. Volume perdarahan berlebih atau durasi menstruasi yang berubah

  • Dikatakan tidak normal bila perdarahan terjadi lebih lama dari 7 hari atau perdarahan dengan jumlah yang banyak (> 80 mL), dalam istilah kedokteran disebut sebagai menorrhagia.
  • Sangat sulit sesungguhnya untuk mengukur 80 mL dari pembalut, oleh karena itu cara mudah untuk mengenali jumlah perdarahan yang banyak adalah penggantian pembalut yang lebih cepat dari 3 jam disertai adanya bekuan darah berdiameter lebih besar dari 3 cm di daerah pembalut.
  • Cara paling akurat untuk mengetahui jumlah perdarahan berlebih adalah dengan melakukan pemeriksaan darah. Pemeriksaan kadar hemoglobin < 12 g/dl merupakan tanda anda kekurangan darah (anemia). Dengan kadar hemoglobin tersebut, anda dapat mengalami gejala-gejala kekurangan darah, seperti mudah lelah, berdebar-debar, sakit kepala, sesak nafas, tampak pucat dan tidak bertenaga.
  • Anda harus waspada pula terhadap durasi menstruasi yang berakhir lebih cepat yaitu < 3 hari, terutama bila kondisi ini terjadi selama minimal 6 bulan, maka Anda harus memeriksakan diri ke dokter.

2. Siklus Menstruasi tidak teratur, durasi siklus diluar normal, atau tidak mengalami menstruasi sama sekali

  • Keteraturan merupakan hal yang penting untuk dilihat dalam menstruasi. Menstruasi yang terjadi sangat sering tiap bulannya (durasi siklus sangat pendek yaitu < 21 hari) atau justru anda mendapatkan menstruasi sangat jarang (durasi siklus sangat panjang yaitu > 35 hari).
  • Tidak haid lebih dari 3 bulan (disebut sebagai amenorrhea dalam kedokteran) harus mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

3. Perdarahan seperti haid yang terjadi di luar masa menstruasi (bukan jadwal biasanya)

Apakah penyebab gangguan menstruasi yang paling sering?

Setelah mengetahui beberapa tanda tidak normal pada menstruasi, Saya akan membahas beberapa penyebab yang dapat menyebabkan kondisi tersebut. Beberapa penyebab gangguan menstruasi berdasarkan kelompok usia tertentu, antara lain:

1. Remaja / Pubertas hingga usia 17-19 tahun.

Bentuk gangguan haid yang umum dialami oleh para remaja adalah siklus yang tidak teratur, durasi siklus menjadi variatif, dan atau jumlah perdarahan yang tidak sama tiap bulannya.

Wanita remaja berusia 17-19 tahun umumnya belum mengalami perkembangan sempurna dari pola pengeluaran hormon menstruasi. Hal ini menyebabkan sering terjadinya pola menstruasi yang tidak teratur.Namun seiring dengan bertambahnya usia, siklus menstruasi akan menjadi lebih teratur sehingga hal ini sama sekali tidak perlu untuk dikhawatirkan. Kondisi ini kita sebut Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB).

Remaja Perempuan

2. Usia Produktif (20-35 tahun)

Penyebab utama gangguan menstruasi pada kelompok usia ini, antara lain kehamilan, gangguan hormon (akibat penggunaan obat-obatan, penyakit, maupun kondisi stres hebat secara fisik maupun psikis), penyakit infeksi akibat hubungan seksual, dan tumor jinak.

hands-376815_640
Suami dan Istri

Beberapa tanda-tanda khas yang mengarahkan ke arah penyebab tersebut, yaitu:

  • Anda memiliki pola menstruasi yang teratur, namun tiba-tiba tidak mengalami menstruasi selama 3 bulan berturut-turut (Anda aktif secara seksual). Dalam keadaan ini, kemungkinan besar penyebab anda tidak mengalami menstruasi adalah adanya kehamilan.
  • Perubahan pola menstruasi setelah mengalami kejadian tertentu yang mengakibatkan kondisi stres fisik atau psikis hebat seperti, diet yang berlebihan (terlalu sedikit atau terlalu banyak), depresi, dan olahraga yang terlalu ekstrim.
  • Adanya gangguan menstruasi diikuti gejala-gejala seperti tidak tahan panas / dingin, berat badan naik atau turun secara drastis, jantung sering terasa berdebar-debar, disertai gemetaran ataupun rasa mudah lelah, mengarahkan kecurigaan pada gangguan tiroid (kelenjar gondok) sebagai penyebab utama gangguan haid tersebut.
  • Tumor kelenjar pituitari (otak) dapat menyebabkan gangguan menstruasi yang disertai adanya sakit kepala hebat yang dirasakan terutama pagi hari, gangguan lapang penglihatan dan keluarnya air susu pada payudara.
  • Siklus menstruasi yang teratur, tetapi terdapat nyeri yang hebat dan jumlah perdarahan yang banyak serta durasi menstruasi yang lebih lama umumnya disebabkan oleh tumor jinak rahim seperti mioma ataupun polip rahim.
  • Bila darah menstruasi disertai dengan bau yang tidak sedap, badan anda terasa demam maka kita harus mencurigai adanya infeksi. Infeksi paling sering terjadi pada wanita yang aktif berhubungan seksual.

3. Masa Perimenopause ( ± 40-50 tahun )

Masa ini merupakan masa 5-10 tahun sebelum Anda mengalami menopause. Pada fase ini Anda akan kembali merasakan periode menstruasi yang tidak teratur seperti pada masa remaja (pubertas). Siklus anda menjadi tidak teratur, jumlah perdarahan tidak sama setiap bulannya, dan sering terjadi spotting (flek-flek).

Kondisi ini terjadi karena adanya proses penuaan pada indung telur yang mengakibatkan ketidakstabilan hormon pada tubuh wanita. Selain perubahan pola menstruasi, masa perimenopause ini juga menyebabkan gejala fisik dan psikis tertentu yang tidak berbahaya (sangat mirip dengan PMS, baca artikel tentang PMS disini).

Masa premenopause dan menopause
Masa premenopause dan menopause

4. Menopause dan Pasca-menopause

Para wanita memasuki masa menopause apabila mereka sudah tidak mengalami haid selama 1 tahun berturut-turut. Setelah menopause, seorang wanita tidak boleh lagi mendapatkan haid atau mengalami perdarahan lewat kemaluannya. Apabila terjadi perdarahan/haid, maka harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena hal yang ditakutkan adalah adanya kanker rahim.

Jadi, Kapan Anda Harus Ke Dokter?

  1. Anda adalah wanita usia produktif, perimenopause ataupun remaja dengan siklus menstruasi yang tidak teratur selama 3 tahun atau wanita dengan siklus menstruasi yang jarang dan panjang (> 3 bulan sekali).
  2. Anda adalah wanita (segala usia) yang mengalami jumlah perdarahan menstruasi berlebih dengan adanya gejala-gejala kekurangan darah, seperti mudah lelah, berdebar-debar, sakit kepala, sesak nafas, tampak pucat dan tidak bertenaga.
  3. Anda adalah wanita perimenopause yang mengalami peningkatan jumlah perdarahan dan atau durasi menstruasi yang memanjang, atau mendapatkan menstruasi lebih sering dari biasanya (< 21 hari sekali).
  4. Anda adalah wanita pascamenopause (sudah tidak pernah mendapatkan haid minimal 1 tahun berturut-turut) yang tiba-tiba mengalami perdarahan.

Tujuan utama Anda menjalani pemeriksaan lebih lanjut dari gangguan menstruasi yang dialami adalah untuk mendeteksi secara dini penyebab-penyebab yang berbahaya seperti kanker, infeksi, dan penyakit tiroid.
Penulis berharap tulisan ini dapat memberikan informasi seputar gangguan menstruasi yang seringkali menjadi beban pikiran para wanita.


Sehat selalu para pembaca!

Daftar Pustaka

1. Sweet MG, Schmidt-Dalton TA dan Weiss PM. Evaluation and Management of Abnormal Uterine Bleeding in Premenopausal Women. Am Fam Physician. 2012;85(1):35-43.
2. Singh S, Best C, Dunn S, Leyland N, Wolfman WL. Abnormal Uterine Bleeding in Pre-Menopausal Women. J Obs Gyaecol Can. 2013;35(5 eSuppl):S1-S28.
3. Cruickshank M, dan Shetty A. Case 6: A 58-year-old woman with postmenopausal bleeding. Dalam: Obstetric and Gynaecology Clinical Cases Uncovered. Edisi 1. London: Wiley-Blackwell. 2009. h. 52-6.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *