Salahkah Para Coffee Lovers?

Di tengah maraknya kafe-kafe yang menjajakan kopi dengan berbagai perisanya, berita-berita negatif mengenai kopi sudah tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat Indonesia. “Hei, jangan minum kopi terus, itu kan tidak baik untuk kesehatan!”, percaya tidak percaya, kalimat itulah yang sering dilontarkan oleh para orang tua, saudara, maupun teman-teman dari para pecinta kopi.

Mereka yang melontarkan kalimat tersebut percaya bahwa konsumsi kopi buruk untuk kesehatan tulang, jantung, dan otak. Benarkah pernyataan tersebut? Benarkah bahwa kopi tidak baik untuk kesehatan?

Kandungan di dalam kopi yang seringkali dijadikan kambing hitam adalah kafein. Kafein merupakan sebuah zat yang sering digunakan sebagai zat perasa untuk memodifikasi rasa asam dan manis dalam berbagai jenis minuman soda.

Selain minuman soda dan kopi, kafein umumnya ditemukan pada teh dan cokelat. Berikut adalah kandungan kafein dalam beberapa jenis makanan dan minuman.

Tabel Kandungan Kafein dalam Beberapa Jenis Makanan dan Minuman

tabel kandungan kafein Catatan: 1 oz = ~30 cc (tepatnya 29,5735297 ml)
Tabel dikutip dari: IFIC Foundation. IFIC Review: Caffeine and Health: Clarifying the Controversies. 2008

Menurut International Food Information Council Foundation (IFIC Foundation) konsumsi kafein dalam jumlah 300 mg/hari (yaitu sekitar 3 gelas kopi tiap hari) tidak menyebabkan gangguan kesehatan yang berbahaya pada orang dewasa yang sehat. Faktanya, terdapat beberapa keuntungan bagi orang dewasa yang mengonsumsi kopi dalam dosis tersebut.

Konsumsi kafein dapat menurunkan resiko terjangkitnya penyakit kronis, termasuk diantaranya diabetes (kencing manis), penyakit Parkinson, penyakit liver (sirosis hati, kanker liver, dan kerusakan liver), kanker usus, meningkatkan imunitas tubuh, serta performa fisik dan mental.

Gangguan kesehatan yang muncul dan sering dituduh akibat mengonsumsi kafein adalah penyakit jantung koroner, stroke, kencing manis, pengeroposan tulang, dan gangguan mental (kecemasan). Hasil penelitian telah membuktikan bahwa konsumsi kafein tidak meningkatkan resiko secara siknifikan dari penyakit jantung koroner, stroke, dan kencing manis bagi orang dewasa yang sehat (tidak memiliki penyakit darah tinggi dan merokok).

Konsumsi kopi (kafein) mungkin menyebabkan pengeluaran kalsium dalam tulang, apabila tidak diimbangi dengan konsumsi kalsium yang cukup sehari-harinya. Penelitian terakhir membuktikan konsumsi kafein 400 mg/hari yang diimbangi dengan konsumsi kalsium 800 mg/hari tidak menyebabkan pengeluaran kalsium dari tulang (pengeroposan tulang). Dengan kata lain, kopi yang diimbangi dengan 2 gelas susu setiap hari tidak akan menyebabkan pengeroposan tulang.

Kesehatan mental, terutama gangguan kecemasan, merupakan permasalahan umum yang muncul dan seringkali dituduh akibat konsumsi kafein. Kecemasan dapat timbul dalam konsentrasi kafein yang tinggi (sekitar 1.000 mg – 2.000 mg kafein / hari), namun jarang sekali ditemukan dalam dosis 300-400 mg/ hari. Berbeda dengan kepercayaan masyarakat pada umumnya, justru kafein terbukti meningkatkan mood, energi, memori, konsentrasi berpikir, dan performa pekerjaan secara keseluruhan.

But First, CoffeeHal yang selalu diyakini oleh para pecinta kopi, “But first, coffee.”

Jadi, apakah kopi (kafein) aman untuk dikonsumsi?

Para ahli nutrisi dan dokter menganjurkan masyarakat (terutama coffee lovers) untuk mengonsumsi kafein dalam batasan yang wajar yaitu dibawah 300 mg/ hari atau tiga gelas kopi disertai 2 gelas susu berkalsium tinggi (400 mg/ gelas susu) tiap harinya. Perlu diperhatikan adanya kandungan gula yang tinggi dalam kopi-kopi instan karena justru resiko kencing manis dapat meningkat akibat kandungan gula tersebut. Bagi yang memiliki penyakit jantung koroner, darah tinggi (hipertensi), dan gangguan irama jantung, dianjurkan untuk menghindari konsumsi kopi dengan jumlah yang sama seperti orang dewasa yang sehat.

Catatan: Banyak kopi instan yang mengandung banyak glukosa (Kalori bisa mencapai 300-400 per sajian). Minuman berkalori tinggi memiliki hubungan yang kuat dengan obesitas, kencing manis, dan resiko terjadinya darah tinggi, penyakit jantung koroner, dan stroke.

Daftar Pustaka (Bacaan lanjut)

  1. IFIC Foundation. IFIC Review: Caffeine and Health: Clarifying the Controversies. 2008
  2. Mesas AE, Leon-Muñoz LM, Rodriguez-Artalejo F, Lopez-Garcia E. The Effect of Coffee on Blood Pressure and Cardiovascular Disease in Hypertensive Individuals: A Systematic Review and Meta-Analysis. Am J Clin Nutr 2011; 94(4):1113-1126
  3. Larsson SC. Coffee, Tea, and Cocoa and Risk of Stroke. Stroke 2014; 45:309-314
  4. Van Dam RM, Willett WC, Manson JE, Hu FB. Coffee, Caffeine, and Risk of Type 2 Diabetes. A Prospective Cohort Study in Younger and Middle-aged U.S. Women. Diabetes Care 2006;29:398-403

 

4 Comments

  1. Kevin said:

    Dok, info ini sangat bermanfaat. Keep up the good work, doc!

    May 14, 2015
    Reply
  2. Wah hanya 3 gelas ya…berarti saya harus kurangi 2 gelas dong…
    Oh ya, Dok, izin untuk share di blog saya boleh?

    May 29, 2015
    Reply
    • Sebenarnya sangat tergantung jenis kopi yang digunakan Pak Arthur. Secara umum 3 gelas kira-kira (kalau dengan menggunakan bubuk kopi asli). Silahkan di share Pak Arthur.

      May 30, 2015
      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *