Penggunaan Suplemen Fitnes? Bergunakah? Berbahayakah? (Part 3. Steroid)

Steroid adalah sebuah kata yang tidak asing lagi terdengar diantara kalangan bodybuilder dan masyarakat gym. Suplemen ini sangat umum diperjual-belikan secara bebas, baik secara online maupun secara langsung oleh para personal trainer. Hal yang sangat ironis adalah para pemakai steroid umumnya memiliki pengetahuan yang sangat terbatas mengenai suplemen ini. Mayoritas informasi yang mereka miliki hanya berasal dari pengalaman pribadi, pengalaman pengguna steroid lainnya, atau dari narasumber yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan sehingga peringatan-peringatan akan potensi bahaya penggunaan steroid seringkali terabaikan.

Dengan alasan tersebut, artikel ini berusaha menjawab dua pertanyaan penting dan esensial yaitu “Apakah fungsi dan kegunaan steroid pada bodybuilder?” dan “Apa bahaya dari penggunaan steroid?


Sebelum menjawab pertanyaan inti diatas, sebuah pertanyaan mendasar pastinya muncul dalam benak kita, “Sebenarnya, apa itu Steroid?

Steroid merupakan sebuah istilah dalam ilmu biokimia yang berarti suatu campuran atau senyawa organik yang larut lemak. Salah satu contoh kelompok steroid yang berhubungan dengan artikel ini adalah hormon steroid. Hormon steroid di dalam tubuh manusia, antara lain kortisol, aldosterone, hormon kelamin atau sex hormones (androgen, estrogen, dan progesterone).

Steroid yang digunakan oleh para bodybuilder dan masyarakat gym dikenal dengan nama Anabolic-Androgenic Steroids (dalam Bahasa Inggris sering disingkat menjadi AAS). Anabolic berarti memiliki sifat membangun, sedangkan androgenic artinya memiliki karakteristik androgen (hormon lelaki). Steroid jenis ini umumnya diproduksi secara sintetis dan merupakan turunan testosteron (androgen) yang dimodifikasi supaya memiliki efek anabolic lebih besar daripada efek androgenic. Singkatnya, AAS adalah suatu zat kimia sintetis yang memiliki efek seperti androgen.

Apa Fungsi dan Kegunaan Anabolic-Androgenic Steroids (AAS)?

Sebenarnya efeknya sama persis dengan androgen (seperti testosterone). Dua efek utama dari hormon tersebut, antara lain efek anabolic dan efek androgenic.

Efek anabolic yang dimaksud, antara lain meningkatkan sintesis protein dan pertumbuhan massa otot, memiliki efek anti-katabolisme (menghentikan penghancuran jaringan / terutama protein-otot), menstimulasi masukan kalsium ke dalam otot dan stimulasi pertumbuhan tulang, meningkatkan kekuatan kontraksi otot, meningkatkan pembentukan sel darah merah, menurunkan persentase lemak tubuh dan pembentukan otot dengan kandungan lemak yang rendah (sering disebut otot yang ‘kering’).

Efek androgenic terhadap tubuh manusia sering dikenal dengan efek maskulin, meliputi perkembangan karakteristik seksual pria (ukuran kelamin, pertumbuhan prostat, produksi sperma, pertumbuhan rambut di tempat tertentu, dan suara yang berat) dan perubahan psikologis pria.

Akibat efek pertumbuhan otot yang cepat dan ‘kering’, AAS menjadi salah satu suplemen yang sangat umum digunakan oleh para bodybuilder dan masyarakat gym yang mendambakan tubuh yang ideal dalam waktu yang relatif cepat.

back muscleOtot Punggung (Trapezius dan Lattisimus Dorsi)

Beberapa contoh suplemen AAS yang dikonsumsi secara oral (melalui mulut) dan disuntikan langsung ke otot (injeksi) dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel Anabolic-Androgenic Steroids yang umum digunakan

steroid

Tabel dikutip dari Hoffmann U. Anabolic Steroids – A Problem in Popular Sports. Toxichem Krimtech 2002; 69:136-142

Hormon steroid tersebut sebenarnya memiliki indikasi medis atau artinya dapat digunakan dalam penyakit atau kondisi tertentu, antara lain pada penderita gangguan produksi sex hormone (penyakit hypogonadism), gangguan metabolisme yang menyebabkan gangguan pertumbuhan, pengecilan otot, perbaikan jaringan yang terganggu, pengeroposan tulang, dan anemia (kurang sel darah merah).

Apa Bahaya Penggunaan Steroid tersebut?

Efek samping utama dari penggunaan AAS, antara lain gangguan reproduksi-alat kelamin dan hormon, gangguan liver, gangguan jantung dan pembuluh darah, dan perubahan tingkah laku.

Gangguan Reproduksi-Alat Kelamin
Salah satu efek samping yang sangat cepat terlihat dan umumnya hampir dialami oleh seluruh pengguna AAS adalah efek sampingnya yang menyebabkan gangguan alat kelamin. Dalam keadaan normal, androgen diproduksi oleh Sel Leydig (sel kelamin pria dalam testis) yang distimulasi dari suatu hormon kelenjar pituitary (kelenjar dibawah otak) dan hormon dari hipotalamus (bagian dari otak). Adanya pemberian androgen dari luar menyebabkan tubuh manusia ‘merasa’ kadar androgen dalam darah sudah cukup tinggi sehingga secara otomatis berusaha menurunkan produksi androgen dari dalam dengan cara mengurangi stimulus terhadap sel kelamin pria. Akibatnya, sel kelamin pria yang tidak terstimulasi tersebut menjadi semakin kecil, dan fungsi produksinya semakin menurun.

Apabila suplemen AAS dihentikan, maka kadar testosterone menjadi tidak cukup karena produksi dari tubuh manusia sendiri sudah berkurang akibat ‘adaptasi’ tersebut. Efek yang paling sering timbul, antara lain kurangnya hasrat dan fungsi seksual (tidak bisa ereksi dan kualitas-kuantitas sperma menurun), resiko terjadinya kanker prostat, dan kondisi mood yang menurun. Pada perempuan, penggunaan AAS menyebabkan hirsutisme (munculnya rambut-rambut di lokasi tubuh seperti pada laki-laki), suara memberat seperti laki-laki, pembesaran klitoris, melebarnya tubuh atas (seperti laki-laki), ukuran dada mengecil, gangguan menstruasi, dan kebotakan.

Salah satu hal yang berbahaya yang seringkali ditemukan adalah para pengguna AAS yang kembali menggunakan suplemen tersebut ketika efek samping tersebut muncul. Hal ini dilakukan agar fungsi seksual kembali normal (hasrat seksual kembali muncul), namun sikap ini justru akan mencetuskan suatu siklus yang menyebabkan bertambah parahnya gangguan hormonal yang terjadi (produksi androgen dari dalam tubuh semakin berkurang dan tergantung androgen suplemen).

Gangguan Liver
Gangguan liver yang dimaksud beranekaragam, dari kerusakan yang bersifat minimal (hanya berupa peningkatan enzim liver), sampai icterus (warna kekuningan pada mata dan tubuh yang merupakan penanda gangguan lanjut dari kerusakan liver), kanker liver, dan penyakit liver yang jarang. Hasil penelitian mengenai kerusakan dan gangguan liver lebih sering ditemukan pada penggunaan AAS dengan bentuk sediaan oral dibandingkan dengan metode injeksi.

Gangguan Jantung-Pembuluh Darah
Suplemen steroid ini dapat pula menyebabkan gangguan terhadap jantung dan pembuluh darah, yaitu melalui peningkatan kandungan kolesterol-LDL dan pembesaran otot jantung. Peningkatan kadar kolesterol-LDL dalam darah menyebabkan adanya resiko tersumbatnya pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner) yang akhirnya membawa serangan jantung pada penderitanya. Gagal jantung (heart failure) dan kematian mendadak (sudden death) merupakan konsekuensi dari sebuah pembesaran jantung akibat konsumsi suplemen ini.

Perubahan Tingkah Laku
Pengguna AAS memiliki resiko mengalami perubahan tingkah laku, seperti kondisi mania (keadaan dimana tenaga meluap-luap dan seringkali diikuti dengan gangguan tidak bisa tidur), depresi (kesedihan yang berlebih, tidak ada semangat hidup, adanya kecenderungan untuk bunuh diri), tingkah laku yang cenderung agresif (kecenderungan untuk menyerang orang lain atau menyakiti orang lain), dan kesulitan dalam mengontrol kemarahan.

Jadi, Apa Kesimpulannya?

Saya percaya pastinya muncul beberapa pembaca yang tidak setuju dengan apa yang tertulis disini, terutama bagi mereka, para bodybuilder dan gym-mania, yang merasa sudah berpengalaman dalam menggunakan AAS. Beberapa pihak lainnya juga mungkin tidak setuju karena merasa sudah membaca mengenai AAS ini di beberapa sumber seperti majalah ataupun situs-situs mengenai gym.

Saya disini sebagai seorang dokter yang juga adalah seorang gym-mania yang tidak anti-suplemen, menyarankan bagi para bodybuilder dan masyarakat gym lainnya untuk bijaksana dalam pengambilan keputusan untuk menggunakan suplemen yang mengandung steroid. Bila anda prihatin dengan teman atau keluarga anda yang menggunakan suplemen jenis ini, maka beritahukanlah informasi penting ini!

Bila pembaca ingin mengetahui sumber apa yang saya gunakan, bisa dilihat pada bagian di bawah ini.

Daftar Pustaka

1. Hoffman JR et al. Position Stand on Androgen and Human Growth Hormone Use. J Strength Cond Res 2009; 23 (Supplement 5):S1-S59
2. Hoffmann U. Anabolic Steroids – A Problem in Popular Sports. Toxichem Krimtech 2002; 69:136-142
3. Kreider et al. ISSN exercise & sport nutrition review: researh & recommendations. J Int Soc Sports Nutr 2010; 7:7
4. Calfee R, Fadale P. Popular Ergogenic Drugs and Supplements in Young Athletes. Pediatrics 2006; 117: e577-e589

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *