Nyeri Sendi, Asam Uratkah Biang Keladinya?

“Dok, lutut saya sakit! Sakitnya sudah lama saya rasakan dan sering kambuh! Oh ya dok, kebetulan saya sempat periksa asam urat dan hasilnya tinggi. Apakah lutut saya sakit karena asam urat saya tinggi dok?”

Pernyataan dan pertanyaan tersebut umum diungkapkan oleh pasien-pasien yang saya layani di Kendari, Sulawesi Tenggara. Persepsi bahwa nyeri sendi hampir selalu diakibatkan oleh kadar asam urat darah yang tinggi dipegang teguh tidak hanya oleh orang-orang tersebut, namun oleh hampir seluruh penduduk di Indonesia.

Pemikiran ini tidak sepenuhnya salah, namun membutuhkan pemahaman yang lebih detil dan menyeluruh.

Sebuah penyakit sendi yang memiliki hubungan erat dengan kadar asam urat darah yang tinggi dikenal dengan istilah gout (baca: gawt) dalam dunia kedokteran. Kadar asam urat darah yang tinggi menyebabkan terbentuknya kristal-kristal asam urat di dalam sendi manusia.

Sendi yang terasa nyeri, bengkak, berwarna kemerahan, kaku, dan terasa panas adalah hasil akhir akibat deposisi kristal asam urat pada sendi tersebut.

Untitled1

Adanya nyeri sendi disertai kadar asam urat darah tinggi (Pria > 7 mg/dL & Wanita > 6 mg/dL) bukan merupakan tanda pasti bahwa nyeri sendi yang dialami adalah akibat gout. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiko gout bila kadar asam urat darah 7-8 mg/dL hanya 3%, sedangkan 22% bila kadar tersebut >9 mg/dL.

Berarti hanya 22 dari 100 orang yang memiliki kadar asam urat >9 mg/dL yang mengalami gout, sedangkan 78 orang lainnya hanya mengalami peningkatan asam urat tanpa adanya gejala apapun.

JADI KALAU BUKAN ASAM URAT PENYEBABNYA, APA PENYEBAB SENDI SAYA SAKIT?

Penyebab utama dari nyeri sendi, yaitu sekitar 79% dari seluruh kasus, disebabkan oleh pengapuran (bandingkan dengan gout yang hanya sekitar 8%). Pengapuran, atau yang dikenal oleh para dokter dengan istilah osteoarthritis, merupakan sebuah proses penyakit yang mudah dimengerti apabila dapat membayangkan struktur dari sebuah sendi.

Secara definisi dasar, sendi (joint) adalah sebuah struktur yang dibentuk oleh dua tulang.

Apabila kita melihat struktur sendi yang sehat (dapat dilihat di gambar), terdapat beberapa komponen lainnya selain dua tulang yang membentuk sebuah sendi, antara lain tulang rawan (articular cartilage), ligamen (ligament), kapsul sendi (joint capsule), dan synovium beserta cairan sendi (synovial fluid). Selain komponen utama tersebut, terdapat pula tendon dan otot (muscle) yang berada di luar sendi tetapi memiliki peran penting dalam suatu nyeri sendi.

Untitled3

Setiap komponen sendi memiliki peran yang esensial dan tak tergantikan.

Tulang rawan (articular cartilage) merupakan bantalan yang berfungsi meredam gesekan dan tekanan antara kedua tulang dalam sendi. Fungsi yang menyerupai shockbreaker pada ban mobil ini diperkuat dengan adanya cairan sendi (synovial fluid) yang diproduksi oleh membran synovial (synovium).

Ligamen dan kapsul sendi (joint capsule) mempertahankan stabilitas sendi agar sendi berdiri kokoh dan tidak bergeser dari tempatnya. Tendon melekatkan otot pada tulang, sedangkan otot berperan dalam mencegah tekanan yang berlebih pada sendi.

Pada kondisi pengapuran, tulang rawan yang merupakan pelindung utama antara gesekan tulang (shockbreaker) menjadi tipis dan kaku sehingga kedua tulang senantiasa bergesekan secara kuat. Apa konsekuensi dari gesekan ini?

Friksi yang terjadi antara kedua tulang menimbulkan rasa sakit yang muncul terutama bila sendi digunakan atau digerakkan dan berkurang bila sendi diistirahatkan. Sendi pada umumnya tidak bengkak dan meradang, tetapi dalam keadaan tertentu dapat meradang.

Proses pengapuran ini dapat terjadi pada banyak sendi, mulai dari jari-jari tangan, tulang belakang, pinggang, lutut hingga leher. Apabila proses ini dibiarkan, maka pengapuran tulang dapat merubah struktur dari tulang tersebut seperti pada gambar dibawah.

Screenshot 2015-06-28 22.38.20

Untitled6BAGAIMANA CARA SAYA MEMBEDAKAN ANTARA NYERI SENDI AKIBAT ASAM URAT DAN AKIBAT PENGAPURAN?

Pada umumnya nyeri sendi pada pengapuran tidak mengalami pembengkakan (bengkak hanya pada keadaan yang relatif jarang), sedangkan pada nyeri gout pasti terjadi peradangan (bengkak, kemerahan, panas, dan rasa sakit yang muncul selama peradangan terjadi, baik ketika sendi diistirahatkan maupun sedang digunakan).

Nyeri sendi pada pengapuran lebih dirasakan setelah banyak digunakan (contoh: berjalan jauh) dan membaik bila diistirahatkan. Adanya kekakuan pada pagi hari yang tidak lebih dari 30 menit juga merupakan salah satu tanda dari sendi yang mengalami pengapuran.


Jadi, apakah selalu nyeri sendi diakibatkan oleh asam urat? Tidak! Apakah hasil pemeriksaan laboratorium dengan kadar asam urat yang tinggi menyatakan anda pasti mengalami gout? Tidak!

Penulis berharap lewat tulisan ini para pembaca tidak lagi mengkambinghitamkan asam urat sebagai satu-satunya penyebab utama nyeri sendi dan mulai mengenal gejala nyeri sendi akibat pengapuran. Pembahasan lebih lanjut mengenai nyeri sendi (penyebab dan pengobatan) akan dibahas pada tulisan lainnya.

Akhir kata, semoga tulisan ini dapat menambah wawasan para pembaca sekalian! Sehat selalu para pembaca!

 

Daftar Pustaka

  1. Harris MD, Siegel LB dan Alloway JA. Gout and Hyperuricemia. Am Fam Physician 2009 Feb 15;59(4):925-934.
  2. Schlesinger N et al. Serum urate during acute gout. J Rheumatol 2009 Jun; 36:1287.
  3. Solomon L. Crystal deposition disorder. Dalam: Solomon L, Warwick D dan Nayagam S, Penyunting. Apley’s Systems of Orthopaedics and Fractures. Edisi ke-9. London: Hodder Education; 2010. h. 77-84.
  4. Solomon L. Osteoarthirtis. Dalam: Solomon L, Warwick D dan Nayagam S, Penyunting. Apley’s Systems of Orthopaedics and Fractures. Edisi ke-9. London: Hodder Education; 2010. h. 85-102.
  5. Sinusas K. Osteoarthritis: Diagnosis and Treatment. Am Fam Physician. 2012;85(1):49-56.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *