Dok, Saya Mengalami Nyeri Dada!!

Seorang pasien laki-laki berusia 60 tahun datang ke sebuah Unit Gawat Darurat Rumah Sakit X dan mengeluhkan nyeri di daerah dada yang dirasanya sejak beberapa menit yang lalu. Ketika bertemu dengan seorang dokter jaga, pasien tersebut langsung bertanya dengan gelisah dan tegang, “Dok, apakah saya serangan jantung? Apakah saya akan mati? Tolong saya Dok!!” Kemudian, sang istri juga ikut-ikutan menyahut, “Dok, apakah suami saya serangan jantung??? Cepat tolong dia, Dok!!”

Sang dokter yang bahkan belum sempat berkata apa-apa tentang penyakit pasien tersebut, sudah langsung diserbu dengan berbagai macam pertanyaan mengenai serangan jantung. Yah, kira-kira seperti itulah skenario pasien dengan keluhan nyeri dada yang sering ditemui dalam konteks rumah sakit.

Respon pasien dan keluarganya memang tidak salah karena setiap orang pasti mengalami ketakutan apabila membayangkan kondisi terkena “serangan jantung”. Ketakutan itu sebenarnya muncul karena mereka tidak memiliki gambaran umum mengenai nyeri dada akibat serangan jantung.  Nyeri dada tidak identik dengan sakit jantung karena nyeri dada memiliki beberapa penyebab.

 

Gambar Unit Gawat Darurat (UGD) dikutip dari http://mrg.bz/rlBDhk
Gambar Unit Gawat Darurat (UGD) dikutip dari http://mrg.bz/rlBDhk

Apakah Nyeri Dada sebuah keluhan yang umum?? Seberapa sering nyeri dada merupakan tanda dari serangan jantung?

Nyeri dada merupakan keluhan utama dari kira-kira 1% pasien yang berkunjung ke dokter, dan hanya 1,5% yang benar-benar mengalami serangan jantung.1  (Dengan kata lain, diperkirakan 1.000 dari antara 100.000 orang datang ke dokter mengeluhkan nyeri dada, dan 15/1000 orang tersebut mengalami serangan jantung)

Catatan: Istilah serangan jantung tidak sama dengan penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner atau Coronary Artery Disease (CAD) merupakan penyakit jantung akibat adanya gangguan suplai darah ke jantung. Penyakit ini dapat berupa gangguan yang stabil dan tidak stabil. Pada keadaan stabil, nyeri dada akibat gangguan suplai darah koroner tersebut disebut angina stabil, sedangkan yang disebut serangan jantung adalah penyakit jantung koroner yang tidak stabil.

Selain serangan jantung, apakah yang menyebabkan seseorang mengalami nyeri dada (dan keadaan yang menyerupai nyeri dada) ?

Nyeri dada dapat berasal lokasi yang sangat bervariasi, antara lain dari kelainan kulit sekitar dada, otot dan tulang, kerongkongan (esofagus), lambung dan liver, paru-paru, jantung, pembuluh darah, sampai ke gangguan psikis (pikiran).

Catatan: Lihatlah betapa beragamnya sumber penyebab nyeri dada!

Diantara seluruh lokasi penyebab tersebut, yang manakah yang lebih sering menyebabkan nyeri dada?

Beberapa penyebab umum dari sumber lokasi-lokasi tersebut, antara lain:2

  1. Gangguan pada tulang dan otot / chest wall pain (sekitar 36,2 – 48,7% dari seluruh penyebab nyeri dada)
  2. Peradangan kerongkongan akibat asam lambung yang disebut sebagai Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD (sekitar 13-18%)
  3. Keadaan jantung kekurangan suplai darah yang stabil (Ini bukan serangan jantung, dalam kedokteran disebut angina stabil dan mencapai 10% dari seluruh nyeri dada)
  4. Nyeri akibat kondisi psikis atau pikiran (7,5%)

Apakah seluruh penyebab nyeri dada tersebut berbahaya dan mengancam nyawa?

Tidak. Penyebab paling umum (36,2-48,7% dari seluruh nyeri dada) dan tidak berbahaya adalah chest wall pain yaitu nyeri dada akibat gangguan di tulang atau otot (terkadang disebut costochondritis atau Tietze syndrome). Selain costochondritis, nyeri dada akibat peradangan kerongkongan dari asam lambung (GERD) dan psikis juga umumnya tidak berbahaya.

Beberapa penyebab yang serius dan berbahaya adalah serangan jantung (penyakit jantung koroner yang tidak stabil) dan adanya gangguan paru seperti radang paru dan sumbatan pembuluh darah paru (mencapai sekitar 5% dari seluruh kasus nyeri dada).

Bagaimana saya tahu bahwa saya hanya mengalami nyeri dada biasa akibat gangguan tulang atau otot?

Apabila nyeri dada yang anda rasakan terdapat ciri-ciri, antara lain:

  1. Otot dada anda pada lokasi yang nyeri terasa tegang
  2. Nyeri terasa seperti ditusuk-tusuk jarum
  3. Apabila ditekan, nyeri dada anda terasa makin parah
  4. Tidak adanya gejala batuk-batuk

Apabila terdapat minimal 2 tanda tersebut dari nyeri dada anda, maka 77% anda hanya mengalami nyeri dada chest wall pain. (anda bisa menghela napas karena ini sama sekali tidak berbahaya).

Kapankah saya harus mencurigai bahwa penyebab nyeri dada saya berbahaya?

Anda harus mengetahui beberapa ciri-ciri tertentu pada penyebab yang serius:

  1. Serangan jantung:
    • Nyeri dada yang dirasakan umumnya seperti ditekan, tidak dapat ditunjuk dan meliputi lokasi dada yang besar.
    • Nyeri dada menyebar ke daerah lengan, pundak, rahang atau leher
    • Keluar banyak keringat
    • Berjenis kelamin laki-laki (lebih beresiko dibanding perempuan)
    • Memiliki riwayat nyeri dada ketika beraktifitas ataupun riwayat serangan jantung sebelumnya.
    • Usia > 55 tahun pada laki-laki, dan > 65 tahun pada perempuan
  2. Nyeri dada yang berasal dari gangguan paru-paru
    • Nyeri dada disertai batuk-batuk, demam, batuk darah, dan sesak nafas
    • Nyeri dada lebih berat ketika batuk atau menarik nafas dalam-dalam
    • Memiliki riwayat kanker paru sebelumnya.
    • Nyeri dada yang sangat hebat muncul tiba-tiba dalam hitungan detik

 

Apabila anda merasa nyeri dada anda bukan seperti nyeri dada akibat gangguan tulang dan otot (lihat kriteria diatas), maka lebih baik anda memeriksakan diri anda ke dokter.

Daftar Pustaka

  1. Hsiao CJ, Cherry DK, Beatty PC, Rechtsteiner EA. National ambulatory medical care survey: 2007 summary. Natl Health Stat Report. 2010; 27:1-32
  2. Ebell MH. Evaluation of Chest Pain in Primary Care Patients. Am Fam Physician 2011; 83(5):603-605
  3. Yelland M, Cayley WE, Vach W. An Algorithm for the Diagnosis and Management of Chest Pain in Primary Care. Med Clin N Am 2010; 94:349-374
  4. McConaghy JR, Oza RS. Outpatient Diagnosis of Acute Chest Pain in Adults. Am Fam Physician. 2013;87(3):177-182

Catatan: Featured image paling depan dari post ini dikutip dari McConaghy JR, Oza RS. Outpatient Diagnosis of Acute Chest Pain in Adults. Am Fam Physician. 2013;87(3):177-182.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *