Apakah Hipertensi Menyebabkan Sakit Kepala?

Banyak orang Indonesia, terutama penderita darah tinggi (hipertensi), yang mengeluhkan sakit kepala ketika tekanan darahnya naik. Mereka seringkali mengaku mampu memprediksi apabila tekanan darahnya sedang tinggi atau tidak.

Iya kalau tensi saya sedang tinggi, leher saya seperti kaku-kaku dan kepala saya tidak enak”, ujar salah satu penderita darah tinggi di salah satu puskesmas tempat saya bekerja.

Benarkah hal tersebut? Apakah tekanan darah yang naik menyebabkan otot-otot leher terasa kaku dan menyebabkan sakit kepala?

Percaya tidak percaya, hubungan antara sakit kepala dan darah tinggi sudah pernah menjadi perdebatan umum di kancah dunia. Penelitian paling awal mengenai hubungan antara hipertensi dan sakit kepala dimulai pada tahun 1913 dan terus berlanjut sampai akhirnya mengalami stagnasi di tahun 2000-an.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 150 pasien menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kejadian sakit kepala dengan peningkatan tekanan darah dan justru pada sebagian besar pasien yang diteliti ternyata tidak mengalami sakit kepala pada saat tekanan darahnya sedang tinggi.

Kemampuan pasien untuk memprediksi tekanan darah telah diteliti oleh Cantillon dkk di London. Lima puluh satu dari 102 penderita hipertensi menyatakan dirinya mampu mendeteksi ketika tekanan darahnya sedang tinggi. Ketika dilakukan ujicoba, ternyata hampir seluruhnya tidak berhasil menebak dengan benar.

Dari penelitian yang sama, didapatkan pula sebuah hal yang sangat menarik. Mereka yang menganggap dirinya mampu memprediksi keadaan tekanan darah tinggi (golongan predictors) ternyata lebih sering mengalami kejadian sakit kepala dibandingkan mereka yang non-predictors. Selain itu, golongan predictors terlihat lebih cemas dibandingkan golongan lawannya.

Jadi, apakah hipertensi menyebabkan sakit kepala?

Tidak! Seluruh dokter setuju bahwa hipertensi tidak menyebabkan sakit kepala dan kaku otot-otot leher dan belakang kepala. Sakit kepala yang disertai adanya kaku-kaku otot leher dan kepala dikenal dengan istilah tension-type headache dalam dunia kedokteran.

Tension-type Headache merupakan jenis sakit kepala yang paling umum ditemukan dan diderita lebih dari 40% orang dewasa di dunia. Sakit kepala jenis ini sangat sering diderita semua orang dewasa (baik penderita hipertensi, maupun bukan penderita). Akibat tingkat kejadian yang sangat tinggi, sakit kepala jenis ini sering dikambing-hitamkan sebagai suatu tanda bahwa tekanan darah sedang tinggi (baca lebih lengkap mengenai sakit kepala disini).

Penderita darah tinggi yang sering cemas mengenai kondisi tekanan darahnya memang lebih beresiko untuk menderita tension-type headache. Tetapi bukan hipertensi yang menyebabkan sakit kepalanya, melainkan kecemasannya.

Ada satu kondisi gawat darurat dimana sakit kepala disebabkan oleh hipertensi secara langsung. Kondisi itu dikenal dengan istilah kedokteran Hypertensive Crisis. Pada kondisi ini tekanan darah yang sangat tinggi (umumnya tekanan darah >180/120 mmHg) mengakibatkan sebuah sakit kepala. Sakit kepala bervariasi dari sakit kepala derajat ringan sampai sakit kepala yang sangat hebat yang diakibatkan oleh kerusakan otak. Sakit kepala ini umumnya dapat disertai dengan penurunan kesadaran, gangguan penglihatan, kejang-kejang, dan mual-muntah.


Percayakah anda bahwa kemungkinan besar orang tua, saudara, atau teman di sekitar anda memiliki persepsi yang salah mengenai hal ini? Inilah saatnya anda memberikan penjelasan yang benar! Jangan biarkan mereka terus memegang mitos yang salah ini!

Referensi / Daftar Pustaka  

  1. Friedman D. Headache and Hypertension: Refuting the Myth. J Neurol Neurosurg Psychiatry2002;72:431
  2. Pickering TG. Effects of Stress and Behavioral Intervention in Hypertension – Headache and Hypertension: Something Old, Something New. J Clin Hypertens (Greenwich) 2000;2:345-347
  3. Janeway TC. A clinical study of hypertensive cardiovascular disease.Arch Intern Med1913;12:755–98
  4. Cantillon et al. Patients’ Perceptions of Changes in Their Blood Pressure. J Hum Hypertens.1997;11:221- 225
  5. Hagen K, Strovmer LJ, Vatten L,et al. Blood pressure and risk of headache: a prospective study of 22 685 adults in Norway. J Neurol Neurosurg Psychiatry 2002;72:46
  6. Hagen K, Zwart JA, Vatten L, et al. Prevalence of migraine and non-migrainous headache: head-HUNT, a large population study. Cephalalgia 2000;30:900–6.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *