Apakah Gatal-Gatal ini Disebabkan oleh Jamur?

Seorang anak laki-laki berusia 15 tahun mengeluhkan gatal di lipat paha (selangkangan) sejak 1 bulan yang lalu. Ia mengeluhkan adanya ruam kemerahan yang disertai rasa gatal terutama ketika berkeringat. Ketika pertama kali muncul, ruam kemerahan ini tidak besar. Namun setelah dibiarkan selama kira-kira 1 bulan, ruam tersebut kian membesar dan kulit teraba kasar pada bagian tersebut. Gambar keluhan kulit yang dialaminya adalah sebagai berikut:

tinea crurisRuam kemerahan yang gatal di lipat paha.
Gambar ini dikutip dari: Moriarty B, Hay R, Morris-Jones R. The Diagnosis and Management of Tinea. BMJ 2012;345:e4380

Gambar tersebut adalah bentuk kelainan kulit akibat infeksi jamur yang sudah berkelanjutan. Bentuk kelainan kulit yang seperti itu mungkin tidak lazim ditemukan di kota-kota besar, namun masih sering ditemukan di daerah perifer.

Pada fase awal penyakit ini, bentuk kelainan kulit hanya berupa ruam kecil yang gatal. Seiring dengan perjalanan waktu (tidak diobati), kelainan kulit akan semakin meluas dan berbentuk seperti gambar diatas.

Bentuk kelainan kulit yang lebih umum ditemukan (pada fase awal) adalah seperti gambar berikut:

tinea fasialis dan korporis Bentuk yang paling umum dari infeksi jamur pada kulit di daerah dagu dan sekitar dada.
Gambar dikutip dari: Kelly BP. Superficial Fungal Infections. Pediatrics in Review 2012;33;e22

Pada gambar diatas terlihat adanya dua buah lingkaran dengan tepi yang meninggi (apabila diraba dapat terasa) dan berwarna kemerahan. Bentuk kelainan kulit seperti ini umum ditemukan pada suatu infeksi jamur. Rasa gatal yang mengganggu sering menyertai penyakit ini dan biasanya lebih dirasakan ketika berkeringat.

Infeksi jamur pada kulit bukanlah sesuatu yang jarang terjadi. Faktanya, infeksi ini sangat umum dan dapat menyerang daerah kulit manapun, seperti selangkangan (lipat paha), wajah, perut, dada, punggung, ketiak, dan daerah lainnya yang memiliki lapisan kulit.

Selain kulit, infeksi jamur jenis ini juga dapat menyerang kuku dan rambut. Dalam dunia kedokteran, kondisi ini dikenal dengan istilah tinea atau dermatophytosis.

Berasal darimanakah jamur penyebab infeksi kulit ini?

Ada 3 sumber infeksi/cara penularan infeksi jamur ini, antara lain:

1. Dari orang lain yang terinfeksi

Seseorang dapat terinfeksi jamur ini akibat adanya kontak kulit dengan seorang penderita. Kontak tersebut dapat meliputi, menggunakan pakaian (baik pakaian dalam, celana, celana dalam), handuk, sisir (infeksi jamur di rambut), dan barang pribadi lainnya yang berhubungan dengan kontak kulit si penderita

2. Dari hewan yang terinfeksi

Tidak hanya kontak dengan manusia, adanya kontak kulit dengan binatang yang menderita tinea dapat menyebabkan kita terinfeksi pula. Beberapa contoh binatang yang umum menyebarkan infeksi jamur ini, antara lain anjing, kucing, sapi, kambing, babi, dan kuda.

3. Dari lingkungan

Jamur penyebab infeksi kulit ini dapat hidup terutama di permukaan yang lembab, seperti ruangan loker, dan kamar mandi umum.   

Bagaimanakah cara mendiagnosis penyakit kulit ini?

Dokter umum maupun dokter spesialis kulit umumnya dapat mendiagnosis tinea hanya dengan melihat kelainan kulit yang dikeluhkan dan menanyakan gejala yang dialami pasien. Apabila dibutuhkan, dokter dapat mengambil sedikit kerokan kulit untuk dilihat di dalam mikroskop ataupun dikirim ke laboratorium untuk dikultur.

tinea corporis Tinea di daerah leher.
Gambar dikutip dari: Verma S, Hefferman MP. Chapter 188. Superficial Fungal Infection: Dermatophytosis, Onychomycosis, Tinea Nigra, Piedra. In: Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ, editors. Fitzpatrick’s Dermatology in general medicine. 7 th ed. New York: McGraw-Hill; 2008. p. 1807-21.

Bagaimanakah cara untuk mengobati infeksi jamur ini?

Tergantung lokasinya, pengobatan tinea umumnya hanya membutuhkan obat antijamur dalam jangka waktu tertentu (minimal 2-3 minggu). Obat antijamur dapat menggunakan salep atau obat minum tergantung seberapa luas kulit yang terinfeksi.

Jenis obat antijamur yang umum digunakan (nama kandungan obat aktif), antara lain:

  1. Ketokonazole (dalam sediaan salep atau obat minum)
  2. Miconazole (dalam sediaan salep saja)
  3. Itraconazole (dalam sediaan obat minum saja)
  4. Terbinafine (dalam bentuk salep saja)
  5. Griseofulvin (dalam bentuk obat minum saja)

Catatan: Penggunaan obat-obatan tersebut harus sesuai dengan petunjuk dokter. 

Bagaimana cara mencegah penyakit ini?

  1. Jagalah kulit agar tetap bersih dan kering.
  2. Gantilah kaus kaki dan pakaian dalam (termasuk celana dalam) minimal 1 x sehari.
  3. Jangan menggunakan pakaian, handuk, seprei, atau barang pribadi milik seseorang yang memiliki tinea.
  4. Gunting dan jagalah kebersihan kuku pada jari-jari tangan dan kaki.
  5. Cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir setelah memegang binatang. Apabila terdapat kecurigaan bahwa binatang peliharaan memiliki tinea, bawalah untuk menemui dokter hewan.
  6. Apabila Anda adalah seorang atlet, mandilah setelah tiap sesi latihan, dan jagalah seragam dan peralatan olahraga agar tetap bersih dan kering. Jangan saling meminjamkan alat tersebut dengan pemain lainnya.

tinea corporis 3

Bentuk lain dari tinea.
Gambar dikutip dari: Verma S, Hefferman MP. Chapter 188. Superficial Fungal Infection: Dermatophytosis, Onychomycosis, Tinea Nigra, Piedra. In: Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ, editors. Fitzpatrick’s Dermatology in general medicine. 7 th ed. New York: McGraw-Hill; 2008. p. 1807-21.

Daftar Pustaka

  1. Moriarty B, Hay R, Morris-Jones R. The Diagnosis and Management of Tinea. BMJ 2012;345:e4380
  2. Kelly BP. Superficial Fungal Infections. Pediatrics in Review 2012;33;e22
  3. Verma S, Hefferman MP. Chapter 188. Superficial Fungal Infection: Dermatophytosis, Onychomycosis, Tinea Nigra, Piedra. In: Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ, editors. Fitzpatrick’s Dermatology in general medicine. 7 th ed. New York: McGraw-Hill; 2008. p. 1807-21.

Catatan: Kasus diatas hanyalah sebuah ilustrasi belaka.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *