Ada apa dengan wanita PMS ??

Lelaki mana yang tidak pernah merasakan perubahan dasyat dari emosi seorang wanita? Perubahan dari yang biasa saja menjadi yang “luar biasa”? BAHKAN, sesama wanita sendiri pun menyadari “kejanggalan” yang muncul mendadak dan tiba-tiba laksana halilintar! (lebay tentunya). Pre-Menstrual Syndrome atau yang sering disingkat menjadi PMS inilah yang umumnya “dikira” menjadi biang keladi tersebut.

angry-womanAngry Woman
dikutip dari: http://mrg.bz/0eS0B5

Namun, apakah hal tersebut benar adanya??? Mari kita lihat tentang PMS tersebut.

Apa itu sebenarnya PMS?

PMS adalah suatu kumpulan gejala fisik dan psikis yang mungkin dialami oleh wanita usia subur pada titik periode tertentu dalam siklus menstruasinya. Gejala PMS dapat ditemukan sampai dengan 40% dari seluruh wanita usia subur (Wanita usia subur  adalah wanita dengan usia antara 15-49 tahun) .

pierLonely Girl 
dikutip darihttp://mrg.bz/p6dbTU

Apa saja yang mungkin terjadi ketika wanita PMS?

Sesuai definisi, terdapat dua macam gejala, antara lain: Gejala Fisik dan Gejala Psikis.

Gejala fisik dapat berupa:

  • Perubahan nafsu makan dan minum (jadi lebih lapar dan “buas” makan-minumnya)
  • Nyeri pada payudara
  • Sering kembung dan peningkatan berat badan
  • Sakit kepala
  • Tangan dan kaki bengkak
  • Pegel-pegel dan linu
  • Mudah lelah
  • Gangguan kulit
  • Perut terasa tidak enak (bisa mencret, sembelit)

Sedangkan gejala psikis, diantaranya: 

  • Depresi
  • Tiba-tiba marah meledak
  • Mudah tersinggung (sensitif)
  • Tiba-tiba menangis
  • Cemas/tegang
  • Seperti orang bingung
  • Tidak mau keluar rumah atau bersosialisasi
  • Sulit berkonsentrasi (jadi gk mau buat tugas dll)
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Tidur siang lebih lama dari biasanya
  • Perubahan hasrat seksual

Gejalanya begitu bervariasi, adakah gejala yang lebih umum diantara yang lainnya?

Memang gejalanya begitu bervariasi, namun ada beberapa gejala yang umum, antara lain mudah tersinggung (“sensitif”), mood yang menurun (kata-kata yang umum diucapkan, “sedang tidak mood, nih!”), dan mudah cemas/tegang untuk gejala psikis, dan nyeri pada payudara, perut kembung, sakit kepala, dan bengkak-bengkak di alat gerak (tangan atau kaki) untuk gejala fisik.

Mengapa wanita bisa mengalami PMS? Apa sebabnya??

Sampai dengan saat ini, penyebab PASTI dari PMS masih tidak diketahui secara jelas. Namun, sejumlah hasil penelitian menduga adanya perubahan sistem hormonal tubuh perempuan yang berkaitan dengan proses ovulasi (pengeluaran sel ovum yang terjadi dalam siklus menstruasi). Penjelasan mengapa hanya sebagian wanita saja yang mengalami gejala PMS diduga berhubungan tingkat kepekaan tubuhnya terhadap perubahan hormon tersebut (pada level genetik).

Bagaimana cara mengetahui diri sedang PMS?

  • Muncul gejala fisik dan atau psikis dalam 5 hari sebelum periode mens, minimal 3 siklus mens berturut-turut
  • Gejala hilang dalam 4 hari sejak mens
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari

Catatan: Siklus menstruasi wanita pada umumnya adalah 28 hari. Hari ke-1 dihitung pada saat darah keluar pertama kali. Gejala PMS umumnya muncul paling cepat setelah hari ke-14 (2 minggu setelah mens), dan gejala membaik atau menghilang umumnya saat mens (Hari pertama sampai keempat mens).

Adakah gejala lain yang menyerupai PMS?

Beberapa penyakit atau kondisi lain dapat menyerupai PMS, antara lain:

  1. Penyakit Gondok (Tiroid)
  2. Depresi atau gangguan kecemasan (gangguan kejiwaan) yang tidak berhubungan dengan hormon
  3. Perimenopause (suatu kondisi peralihan dari wanita usia subur menjadi menopause)

Pada keadaan perimenopause hal serupa terjadi seperti wanita PMS. Hal utama yang membedakan adalah usia munculnya (Ibu-ibu diusia 45 tahun keatas umumnya mengalami hal ini).

Apakah PMS berbahaya?

Pada umumnya gejala PMS tidak berbahaya, namun dalam keadaan tertentu gejala PMS dapat menjadi berat dan menyebabkan permasalahan serius di tempat kerja, atau hubungan dengan orang lain. Apabila PMS sudah menyebabkan gangguan yang berat disebut premenstrual dysphoric disorder (PMDD) dan kondisi tersebut harus diobati.

Catatan khusus: Permasalahan serius yang dimaksud adalah skala besar, bukan konflik kecil seperti pada orang pacaran biasa.

walking_awayAlone in the Forest
dikutip dari:  http://mrg.bz/aFvVRj

Apa yang bisa dilakukan oleh wanita yang PMS?

Gejala PMS yang tidak berat dapat diringankan dengan 1 cara yaitu PERUBAHAN POLA HIDUP. Perubahan pola hidup yang dimaksud, meliputi:

  1. Menyediakan waktu untuk berolahraga secara rutin

    Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga aerobik (nafas teratur dan tidak terengah-engah), seperti jalan kaki, jogging, bersepeda, dan berenang, dengan durasi minimal 30 menit (>3 kali / minggu).

  1. Mengatur pola dan menyediakan waktu tidur yang cukup

    Tidak hanya waktu tidur harus cukup, namun waktu tidur yang sama setiap harinya akan menstabilkan sistem hormon di dalam tubuh manusia. Bagi para wanita (terutama wanita-wanita muda) yang memiliki kebiasaan waktu tidur yang tidak teratur, dianjurkan untuk mengubahnya agar gejala PMS bisa diringankan (terutama gejala psikis).

  1. Mencari cara pribadi untuk menenangkan diri dalam keadaan stres

    Stress control yang baik akan menurunkan gejala PMS. Meditasi dan yoga merupakan salah satu terapi relaksasi yang dapat digunakan untuk merelaksasi pikiran.

  1. Merubah beberapa kebiasaan makan, antara lain:

    • Mengkonsumsi makanan ber-karbohidrat kompleks (bukan glukosa murni) seperti beras, gandum, pasta, cereal, beras merah, kacang-kacangan.
    • Mengkonsumsi makanan berkalsium tinggi, seperti susu, yogurt, dan sayur-sayuran berdaun hijau.
    • Mengurangi makanan berlemak, garam, dan gula.
    • Hindari kafeine dan alkohol
    • Merubah jadwal makan menjadi 6 kali sehari dengan porsi yang lebih kecil (masyarakat umumnya 3 kali makan besar dalam sehari). Ingat porsi 3 kali makan hanya diubah menjadi 6 kali sehingga jumlah makanan per hari yang dikonsumsi tetaplah sama. Tujuan merubah jadwal makan adalah supaya kadar gula darah menjadi stabil.

 

file000306322804Relationship
dikutip dari:  http://mrg.bz/SgDAJe

Pesan terakhir saya ditujukan untuk para pria, baik yang memiliki teman wanita (artinya masih jomblo), yang sedang menjalankan hubungan sebagai pacar, ataupun para suami. Setelah membaca artikel ini tentunya kita menjadi sadar bahwa memang terdapat perubahan emosi dan fisik yang terjadi pada para wanita.

Sebagai suami, pacar, dan teman pria yang baik (yang sudah mengerti adanya kondisi yang namanya PMS), sudah selayaknya kita berusaha sampai dengan batas maksimal kita untuk mengerti dan menempatkan diri kita dalam posisi mereka bilamana “kejanggalan” tersebut muncul (bukannya malah justru mencaci maki, menjelekkan, dan menjadi jengkel karena merasa aneh dan tidak jelas).

Catatan: Bagi para wanita, diingatkan pula untuk tidak selalu mengkambing-hitamkan PMS sebagai sarana untuk kabur dari ketidakmampuan menahan emosi. Usaha untuk mengendalikan emosi tetap ada di tangan kalian walaupun mungkin lebih sulit!

Daftar Pustaka

1. Claman F, Miller T. Premenstrual Syndrome and Premenstrual Dysphoric Disorder in Adolescence. J Pediatr Health Care. 2006;20(5):329-333.

2. The American College of Obstetricians and Gynecologists. Frequently Asked Questions: Premenstrual Syndrome. 2011. Diakses dari:
https://www.acog.org/-/media/For-Patients/faq057.pdf?dmc=1&ts=20150127T0334195459

3. Biggs WS, Demuth RH. Premenstrual Syndrome and Premenstrual Dysphoric Disorder.  Am Fam Physician. 2011;84(8):918-924.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *